Papandayan 2018

Liburan akhir tahun 2018 kami merencanakan camping ke Papandayan sebuah rencana yang sudah sekian lama tertunda sejak travelling terakhir mendaki gunung Gede melalui route naik G Putri  turun via taman cibodas.

Menurut Saya, sebuah perjalanan diukur bukan dari seberapa jauh dan indahnya suatu tempat, tapi lebih ke pengalaman & kenangan  yang ada di dalamnya. Pendakian Gunung Papandayan kali ini jadi salah satu yang berkesan untuk saya ditahun 2018.

Setelah komunikasi intent via WA group “ Papandayan tour” diputuskan  start perjalanan Tanggal 22 jam 00.00 titik pertemuan di Rest area karang tengah ( Toll Tangerang Jakarta ).

 

Member Gunung Gede

( kiri kekanan : Tossy, Puji, Saya, Oni, Sudadi, Andri, Jaelani )

Member Papandayan

( kiri kekanan : Oni, H Dody, Saya, Puji, Jaelani, Andri, Angga , foto by Agung )

 

Berawal sejak Oni membuat group WA “ Papandayan 23 & 14 Des 2017” ( tertunda hampir setahun berarti ) .


Komposisi Penumpang mobil dibuat Andri, Nganu & partner akhirnya berhalangan

Agung membuat rounddown acara.
Inventarisasi kebutuhan by Pakar traveling Agung

Karena kami bekerja berbeda Dept , maka semua strategy & rencana perjalanan dikomunikasikan dengan group WA Papandayan seperti diatas . Seiring dengan berjalannya waktu,   Akhirnya sampai juga pada tanggal yang ditetapkan tanggal 22 Des 18 jam 17.05 WIB beberapa saat setelah usai kerja Saya langsung bersiap untuk pulang kerumah . Ransel yang tersedia sudah terisi dengan SB (sleeping bag ) obat, senter , sarung tangan, kaus kaki dan semua perabot untuk menghadapi hal terburuk ( hujan / dingin dsb ) .

       Malamnya Jam 22.00 jumat itu  Andri & Agung sampai dirumah saya lengkap dengan perabot tempurnya ransel, tenda dan kantong kresek logistik. Dari rumah saya jam 22.30 merapat kerumah Zulfahri ( encun ) ybs merupakan pilot saya untuk membawa si gembrot innova tentu saja pilot ini saya kasih pesan sponsor untuk membawa jacket & kaos kaki mengingat ybs akan stand by dimobil tidak ikut mendaki . Sebelum 00.00 kami sudah sampai di rest area karang tengah, sementara mobil Oni belum terlihat , sambil menambah logistik kami mengisi perut dengan soto betawi lumayan enak ( lupa nama kiosnya letaknya disamping ATM dekat alpa express ) .
Tidak lama rombongan Oni tiba , Puji akhirnya pindah posisi ke mobil Oni untuk membalance penumpang .
 
Route berikutnya  Rest Area karang tengah to Rest area pertama Padalarang.via Puncak.
Perjalanan lancar, sengaja kami via puncak karena memprediksi Puncak lebih lancar dari karawang karena sedang ada larangan Truk & bus melintas akibat adanya longsor. Dan ternyata kondisi terjadi seperti yang diperkirakan . Direst area Padalarang kami hanya ke toilet setelah konsolidasi perjalanan langsung dilanjutkan menuju Garut .   

      menuju Pertigaan Cisurupan
​    Sepanjang perjalanan menuju Pertigaan Cisurupan,  jalanan didominasi tanjakan berkelok-kelok khas daerah dataran tinggi. si Gembrot innova sepertinya cukup kuat nanjak terbukti semua tanjakan lancar dilewati tanpa ngeden, Alhamdulillah  perjalanan dilalui tanpa hambatan..

rumah penduduk masih terlihat sama kemudian perlahan berkurang setelah jalanan yang menanjak. Jalan berkelok dengan kondisi licin karena hujan serta ada beberapa bagian jalan berlubang membuat kita harus ekstra hati-hati. Selang beberapa saat, kita sampai di pos pendaftaran. Biaya simaksi sekitar 30 -35 rb mobil masuk 35, yang mengurus  Agung , setelah lewat gerbang pendaftaran ternyata ada lagi biaya parkir mobil Rp 10 ribu beberapa menit  dari gerbang , kita telah sampai di Camp David.

Suasana Camp David pagi itu tampak lengang dari aktivitas, karena kita sampai saat masih pagi sekitar jam 07 – 08 karena perjalanan on schedule . Parkiran kami nyari dipojok agar tiidak ribet dengan kendaraan dikiri kanan , sekalian nyari warung sarapan . teh hangat manis & tempe goreng jadi makanan primadona untuk pagi itu .

Selesai sarapan kami berkemas .  Pilot P Zulfahri /encun stand by disini dengan si Gembrot  seperti biasa sebelum memulai perjalanan kami melakukan ritual doa bersama agar diberi keselamatan & kelancaran dalam perjalan. .

 

Gerbang menuju jalur pendakian didepan area Parkir Camp David

Trek kawah,
Bebe
rapa saat dari camp david setelah melewati gerbang tsb kami mulai merasakan tajamnya bebatuan yang menjadi trek pertama , kemudian dilanjutkan dengan keindahan panorama bekas jalanan lava papandayan, dan nampak masih ada semburan semburan gas di sana sini, dan itu keren banget ….suasana pagi yang dingin pemandangan luas dan sedikit kabut  benar benar meninggalkan memory yang sulit dilupakan .

Pondok saladah, 
selang beberapa jam pendakian kami akhirnya memasuki ground camp papandayan, Itulah Pondok Saladah, tempat yang mungkin banyak tersimpan dimemory para pendaki, karena tempat  itu menjadi base camp para pendaki dan akan beraktivitas minimal semalaman. Disini kamu bisa nyari spot spot buat menancapkan tenda kamu, sebisa mungkin dekat dengan sumber air . dimari, kamu gak usah khawatir gak nemu camilan , ada warung maz, mba, ada pedagang cilok pula, doi merupakan pedagang cilok ter enak di dunia. disana ada beberapa Warung , yang di tiap warung berisikan popmie, gorengan, rokok dan air minum. Pendakian ini semakin rasa rasa camping ceria ala anak sma yang lagi pramuka pramukaan.
Kawan-kawan saya bilang mungkin tidak lama lagi ada alpa & indomart ..ha..ha..ha

Hutan mati, 
Dari Pondok Saladah jalan sedikit setelah area edel weiss  kita akan sampai di Hutan mati kamu bakal takjub se takjub nya kalau memasuki area ini. bagaimana tidak, kamu bakal memasuki area dimana kayuk kayu yang sudah terbakar habis itu, dan sudah gosong, nyatanya mereka tetep kokoh berdiri disana, entah sudah berapa lama . tempat ini cocok buat kamu kamu yang mau foto Landscapenya bagus kombinasi Pohon hitam tanpa daun dengan hamparan tanah tanpa rumput

Tunda dulu om ngantuk.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *